post

Selesaikan Masa Peminjaman Di Alaves, Llorente Siap Buktikan Diri Di Madrid

Marcos Llorente bertekad untuk memperjuangkan posisinya di Real Madrid mulai musim depan setelah masa peminjamannya bersama Deportivo Alaves berakhir. Yang pertama akan dilakukannya adalah unjuk kebolehan selama tur pramusim di Amerika Serikat.

Llorente merupakan pemain yang pernah menuntut ilmu di akademi Real Madrid mulai tahun 2008. Sejak 2014-2016 lalu, dia memperkuat tim muda Madrid, Castilla dan tampil di sebanyak 62 pertandingan selama dua musim.

Di musim 2015/2016, pemain yang biasa bermain di posisi gelandang itu tidak hanya bermain di Castilla, namun tiga kali tercatat tampil bersama tim utama Los Blancos. Di musim selanjutnya dia dipinjamkan oleh Real Madrid untuk mencari jam terbang lebih banyak.

Akhirnya Deportivo Alaves menjadi klub yang dipilih oleh Marcos Llorente untuk mendapatkan jam bermain dan dia bermain sebanyak 32 kali di seluruh ajang kompetitif. Dia juga nyaris membantu klub penampungnya itu merebut gelar Copa del Rey setelah kalah dari Barcelona di laga final.

Permainan oke Llorente sepanjang musim 2016/2017 membuat manajer tim nasional Spanyol U-21, Albert Celades kepincut. Llorente pun masuk dalam skuat Spanyol yang berlaga di Piala Eropa U-21 di Polandia kemarin. Sayangnya Marcos Llorente hanya tampil sekali dan Spanyol pun kalah dari Jerman di final.

Pengalaman bermain di dua pertandingan final ini jadi modal Llorente bertekad untuk bisa unjuk gigi bersama El Real di musim depan. Harapan itu semakin besar setelah pelatih Zinedine Zidane mengajaknya bergabung dalam tur pramusim di Amerika Serikat dalam laga International Champions Cup pada 23 Juli 2017 mendatang.

“Saya sudah bertemu dan bicara dengan perwakilan dari klub. Masa pinjaman saya di Deportivo Alaves sudah selesai dan sekarang saya punya kontrak dengan Real Madrid. Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya ikut di tur pramusim Amerika Serikat,” ungkap Marcos Llorente Marca.

post

Bertahannya Griezmann Penting Untuk Citra Atletico

Keputusan Antoine Griezmann bertahan dianggap sangat penting untuk citra Atletico Madrid di mata dunia, juga untuk persoalan bisnis dari klub tersebut. Atletico Madrid disebut-sebut tengah membangun sebuah era baru.

Griezmann memutuskan tetap bermain untuk Atletico Madrid di musim depan setelah dikabarkan hampir bergabung dengan Manchester United. Hukuman larangan transfer yang diterima Los Rojiblancos dari FIFA membuat Griezmann harus bertahan di Atletico Madrid.

Andaikan kemarin Atletico benar-benar kehilangan Griezmann, mereka diyakini akan sangat sulit untuk mencari pengganti yang sesuai. Pada akhirnya Griezmann memilih bertahan dan menerima perjanjian kontrak baru hingga 2022.

Mantan penyerang Atletico Madrid, Luis Garcia yakin jika ini merupakan langkah penting untuk masa depan klub. Sebab Atletico Madrid akan masuk dalam era baru, ditandai dengan kepindahan ke stadion baru yakni Wanda Metropolitano mulai musim depan.

Keberadaan Griezmann bisa membantu memperluas bisnis Atletico ke pasar Asia, yang diperkirakan akan gencar di bawah arahan Dalian Wanda Group yang menguasai 20% saham klub.

“Keputusan Antoine Griezmann bertahan ini sangat penting untuk klub. Ini juga sangat berpengaruh untuk bisnis mereka. Musim depan mereka juga akan pindah stadion baru, Sebuah stadion besar dengan lebih banyak pendukung,” kata Garcia kepada Omnisport.

“Atletico Madrid sedang membuat langkah besar lainnya untuk masa depan demi menjadi sebuah brand dunia. Atletico Madrid sekarang sudah dikenal di mana-mana, di Asia, Amerika, dan Afrika. Jadi semua ini sangat penting.”

“Seperti yang Anda tahu, klub-klub raksasa Premier League seperti Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan kebanyakan dari mereka, sangat terkenal di Asia. Real Madrid dan Barca juga sangat besar di Asia/Amerika.”

“Dalam beberapa musim terakhir Atletico Madrid adalah klub yang sangat besar, dan semakin dekat ke posisi-posisi itu. Ini merupakan langkah selanjutnya. Stadion yang lebih besar, klub yang lebih besar, lebih banyak suporter di seluruh dunia,” tutup Luis Garcia.

post

Gagal Rekrut De Gea, Madrid Dekati Courtois

Rumor ketertarikan Real Madrid kepada Thibaut Courtois kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan dari agen Courtois, Christophe Henrotay bahwa dia sedang melakukan pembicaraan dengan klub ibukota Spanyol itu.

Penjaga gawang andalan Chelsea itu sudah cukup lama dihubungkan dengan kepindahan ke Real Madrid. Courtois menjadi salah satu kiper incaran Los Blancos selain David de Gea (Manchester United) dan Gianluigi Donnarumma (AC Milan), walaupun mereka masih memiliki Keylor Navas. Setelah gagal merekrut De Gea, mereka mengalihkan perhatian mereka ke Courtois.

Pemuda berusia 25 tahun ini berhasil mengamankan tempat sebagai kiper nomor satu di Stamford Bridge, sejak pulang ke London Barat setelah memperkuat Atletico Madrid sebagai pemain pinjaman selama tiga tahun, pada musim panas 2014 silam.

Setelah berhasil meraih juara Premier League keduanya dalam tiga musim terakhir, Courtois sering menghiasi berita bursa transfer musim panas setelah beredar kabar mengenai kemungkinan kepindahannya ke Santiago Bernabeu.

Kontrak Courtois bersama The Blues sendiri sebenarnya akan berakhir pada musim panas tahun 2019. Kabar terakhir menyebutkan jika penjaga gawang tim nasional Belgia itu menagih perpanjangan kontrak kepada klubnya.

“Adakah klub di dunia ini yang tidak berminat dengan pemain seperti Thibaut Courtois? Diantara mereka yang berminat adalah tim juara bertahan Eropa [Real Madrid],” ungkap Christophe Henrotay seperti yang dilansir dari Marca.

“Beberapa waktu terakhir ini saya sedang sering bertemu dengan direktur-direktur Real Madrid dan situasi Thibaut Courtois di Chelsea sedang dievaluasi.”

“Thibaut Courtois adalah seseorang yang selalu membantu anda memenangkan pertandingan, gelar juara. Tugas saya sekarang ini adalah untuk terus menginformasikan kepada dia mengenai situasinya saat ini,” ungkap Henrotay.

Courtois merupakan salah satu kunci sukses Chelsea menjuarai Premier League musim lalu. Dia bermain di 36 dari 38 pertandingan Liga Inggris dengan hanya kebobolan sebanyak 28 gol dan mencetak 16 clean sheet. Prestasinya bersama Chelsea musim lalu membuatnya menyabet penghargaan kiper terbaik.