post

Penguasaan Bola Barcelona Dianggap Percuma?

La Liga Spanyol 2019-2020 pekan ke-21 menghasilkan sedikit perbedaan yang sebelumnya lebih banyak mengulangi tradisi saja. Terlihat Barcelona sukses menguasai pertandingan dengan nilai 73% penguasaan bola ketika menyambangi Mestalla, kandang Valencia.

Hari minggu yang seharusnya membawa kabar bahagia kepada fans Barcelona, sayangnya Lionel Messi cs malah takluk dengan skor 0-2. Jika membedah lebih dalam terkait hasil pertandingan ini, maka bisa disebutkan bahwa penguasaan bola bukan segalanya dalam permainan di lapangan.

Hasil ini membuktikan bahwa sepak bola memiliki banyak cara untuk mendominasi permainan, bahkan dengan memanfaatkan serangan balik. Kekalahan ini juga jadi pukulan telak pertama untuk Quique Setien, pelatih baru Barcelona.

Peresmian sang pelatih pun membuat kebesaran harapan, dimana Setien menjanjikan sepak bola khas Barca: Dominasi bola, umpan-umpan pendek, tiki-taka. Namun sayang saja, masih ada kekurangan besar pada penguasaan bola yang disuguhkan Barcelona pada pertandingan tersebut.

Penguasaan bola memang memperlihatkan bahwa tim tersebut sangat tangguh, tapi tidak ada gunanya jika tidak didukung kekuatan lainnya. Barca mencatatkan 14 tembakan pada pertandingan tersebut, 11 di antaranya disumbang oleh Lionel Messi seorang diri.

Dari catatan tersebut, hanya ada 5 tembakan yang tepat sasaran dari 14 percobaan Blaugrana, sementara Valencia menorehkan 6 tembakan tepat sasaran dari 8 percobaan yang dihasilkan dua gol sukses.

“Barcelona nampak tangguh dengan penguasaan bola dibabak pertama, tapi Valencia menciptakan semua peluang berbahaya. Menurut saya, penguasaan bola tidak ada gunanya jika berdiri sendiri. Harus diimbangi dengan kualitas lainnya: pergerakan, variasi, mengalihkan bola, menggunakan ruang kosong, saat itulah gaya bermain itu bisa jadi yang terbaik.” buka salah satu pengamat sepak bola La Liga.

“Apa yang terjadi di Mestalla adalah menguasai bola hanya untuk itu. Penguasaan bola yang hampa, tidak ada Artinya. Anda bakal berakhir kalah,”

Lebih dalam menjelaskan bahwa rencana permainan yang dijanjikan oleh Setien belum benar-benar terwujud. Barca bermain dalam formasi 3-5-2 pada pertandingan ini, yang malah membuat kerugian besar pada pertahanan mereka ketika berada dalam situasi serangan balik.

Setien sendiri menyadari bahwa timnya belum benar-benar bisa menerapkan apa yang sudah direncanakan olehnya. Penegasan dituangkan oleh Setien bahwa dirinya baru saja menjabat, dan masih butuk waktu untuk bisa mewujudkan semuanya.

“Ada dua hal lain ketika Barelona berjuang di Mestalla: Barisan tiga bek lagi-lagi menyebabkan sisi sayap kosong dan di babak pertama dua tendangan bebas Messi adalah satu-satunya peluang. Kemasukkan dua gol membuat segalanya mustahil. Barca memang membuat perubahan di babak kedua, tapi masalahnya sudah terlalu besar untuk kembali,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *